Sabtu, 02 Juni 2012

Penyakit Minamata (Sindrom Minamata)


            Minamata berasal dari nama teluk Minamata di Jepang. Kasus pertama penyakit Minamata ditemukan tanggal 21 April 1956.
Saat itu terdapat banyak keluhan penyakit syaraf, seperti gangguan keseimbangan, sulit berjalan, sulit menulis, sering lupa, sulit tidur, sulit mendengar, melihat dan mengecap. Selain itu penderita menjadi tidak bertenaga, selalu gelisah, bahkan tidak sadar jika menabrak tembok dan tiang listrik di pinggir jalan.
         Setelah diselidiki ternyata penyebabnya adalah karena terdapat kandungan Merkuri atau air raksa di dalam tubuh seseorang yang sangat berlebih.
Para penderita penyakit Minamata, menunjukan kadar Merkuri antara 200 sampai 500 mikrogram per liter darahnya. Sementara batasan aman menurut WHO adalah antara 5 sampai 10 mikrogram Merkuri per liter darah.

(anakunhas.com)

Setelah diselidiki ternyata penyebabnya adalah karena terdapat kandungan Merkuri atau air raksa di dalam tubuh seseorang yang sangat berlebih.
Para penderita penyakit Minamata, menunjukan kadar Merkuri antara 200 sampai 500 mikrogram per liter darahnya. Sementara batasan aman menurut WHO adalah antara 5 sampai 10 mikrogram Merkuri per liter darah.




(indahnyaberbagibiologi.blogspot.com)
Merkuri tadi ternyata masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. Karena setiap harinya, rata-rata warga Minamata mengkonsumsi ikan atau kerang yang ditangkap di perairan tersebut.
Padahal ikan dan kerang itu, sudah tercemar logam berat Merkuri dari limbah yang dibuang oleh PT.Chisso. Dulu perusahaan ini adalah perusahaan yang besar dan menunjang perekonomian rakyat, sehingga pemerintah Jepang seperti tidak peduli dengan penyakit Minamata ini.
Lama kelamaan jumlah korban yang bertambah dan adanya korban tewas, baru membuat pemerintah ikut campur. Akhirnya pabrik tersebut ditutup dan
harus membayar kerugian yang besar kepada para korban.



The Greenhouse Effect (Efek Rumah Kaca).



Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida(CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyakbatu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Energi yang masuk ke Bumi:

25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
25% diserap awan
45% diserap permukaan bumi
5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

AKIBAT
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahaniklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunyahutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
               Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhupermukaan bumi menjadi meningkat.

Jumat, 01 Juni 2012

GLOBAL WARMING

A. Pengertian

Global warming adalah peningkatanya suhu rata-rata atsmofer, laut dan daratan bumi.



B. ProseS TErJadi

          Cahaya matahari yang masuk ke dalam bumi stabil, karena ditahan lapisan ozon. Radiasi matahari yang masuk ke dalam bumi dalam bentuk gelombang pendek yang menembus atmosfer bumi. Kemudian menjadi gelombang panjang ketika mencapai di permukaan bumi. Setelah mencapai ke permukaan bumi, sebagian gelombang dipantulkan ke atmosfer. Akan tetapi tidak semua gelombang panjang yang dipantulkan kembali oleh bumi dapat menuju angkasa luar karena dihadang dan diserap oleh gas-gas yang berada di atmosfer yang disebut gas rumah kaca/efek rumah kaca.
 => Green House ( efek rumah kaca )
Kondisi yang menyerupai akibat dari efek rumah kaca dalam lapisan atmosfer bumi. Pada kenyataanya efek rumah kaca   mempengaruhi suhu bumi secara bertahap. Pada akhirnya, pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan iklim atau perubahan curah hujan.
=> G jenis gas yang digolongkan efek rumah kaca. Karbodioksida (CO2) berasal dari pembakaran, bahan bakar fosil ( minyak bumi, batu bara, gas alam dll. ). Metana (CH4) berasal dari areal persawahan, pelapukan kayu, timbunan sampah, proses industri, dan eksplorasi bahan bakar fosil. Nitrous Oksida (N2O) berasal dari kegiatan pertanian atau pemupukan transportasi dan proses industri. Hidro Flouro Carbon ( HFCs) berasal dario sistem pendingin, aeroso, feam, pelarut, dan pemadam kebakaran. Per Flouro Carbon ( PFCs) berasal dari proses industri. Sulfur Heksa Flourida (SFG ) berasal dari proses industri.
C. daMPAk….
Mencairnya es di kutub Utara dan Kutub Selatan, sehingga menimbulkan naiknya permukaan air laut. Pergeseran musim, musim kemarau akan berlangsungb lama dan dapat menyebabkan kekeringan. Sehingga pembakaran hutan meningkat.
Pembakaran hutan dapat menyebabkan gas CO meningkat, gas ini sangat berbahaya bagi manusia.
Curah hujan lebih tinggi
Banjir
Tanah longsor
Banjir menyebabakan malaria, diare, DBD dll.
=> Hal-hal yang dilakukan untuk berpatisipasi :
 Memahami kondisi cuaca dan pergerakan angin sebelum beraktivitas.
Penyesuaian pola tanam yang mengikuti musim
Tidak menggali tanah yang miring di lereng bukit/gunung untuk mencegah longsor.
Bagi yang bertempat tinggal di daerah pantai agar waspada pasang air laut.
Membudidayakan bak/kolam untuk menampung hujan dan membuat sumur resapan.
D. usAHA unTUK menCEgah dan MenguRAngi Efek RUMah kACA….
Membudidayakan gemar menanam pohon
Penebangan pohon harus diikuti dengan sistem tebang pilih
Hindari membakar sampah
Jangan membuka lahan dengan cara membakar
Hemat energi
Usahakan menggunakan transportasi yang ramah lingkungan atau umum.
Bagi industri harus selalu memantau emisi pembuangan limbah.